Jumat, 18 Desember 2009

Papa

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja....
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
dan akhirnya....
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..


sumber : Sumber : Muhammad Efendi

Jumat, 27 November 2009

PERASAAN

Merah........anggun mengetarkan hati
Ku dekati ku tambatkan padanya
Merah warnamu.....memancarkan keindahan.....
Yang terlukiskan di alurnya.....
Merah senyummu terlukiskan kebahagiaan
Yang dapat menghapuskan kesedihan

Candamu membawaku ke dalam keindahan surgawi
Merahmu adalah pengungkapan perasaan yang mulia
Suci indah dan abadi untuk selamanya
Perasaan yang singgah dalam hati setiapa insan
Setiap jiwa yang di landa cinta

copy left

Jumat, 06 November 2009

KESERAKAHAN HATI

Dalam lembaran-lembaran kelam………
Tersimpan darah yang mengalir
Menghujam dari tangan-tangan yang bernafaskan
Keserakahan,kebatilan,kedzaliman dunia

Sunyi…… senyap meregangkan,menggetarkan denyut nadi ini
Tangan-tangan dari ilahi ini
Tak sepantasnya menyusuri hawa nafsu duniawi……..
Dunia yang membuat jiwa lalai
Dunia yang penuh dengan trik,….tipu daya belaka
Kenikmatan-kenikmatan semu…….fatamorgana dalam kehidupan

Dan dengan karunianya
Di tampakkan keajaiban yang segala tak ternilai mahligainya….
Ya Allah… ya robbku……
janganlah tangan ini di kuasai
Keserakahan,kebatilan,kedzaliman dunia
Jadikan tangan ini bergeming,bertasbih………
Menyebut nama-MU

Tangan ini dengan segala keindahan
ENGKAU titpkan kepada kami
Ya Allah cukup sudah tangan ini berlumur dengan dosa…….

JIKA……

Jika aku  mampu mempertahankan keberanianku

Saat orang di sekitarku

Kehilangan keberanian mereka dan menyalahkanku,

Jika aku dapat mempercayai diriku

Saat semua orang meragukanku

Tapi mentolerir ke raguan mereka,

Jika aku bisa menunggu dan tidak lelah menunggu,

Jika di bohongi,tapi tak membohongi,

Atau di benci,tapi tak sudi membenci,

Tapi tak juga tampil terlalu baik,atau bicara terlalu bijak;

Jika aku dapat bermimpi,

Dan tak membiarkan impian menguasaiku,

Jika aku dapat berfikir

Dan tak membiarakan pikiran menjadi tujuanku,

Jika aku dapat memghadapi kemenagan dan bencana,

Dan memperlakukan kedua penipu itu secara sama,

Jika aku tahan mendengar kebenaran yang kau ucapkan

Di putar balikkan oleh penjahat untuk menjebak si bodoh

Atau melihat segala yang ku cintai rusak

Dan memunggutnya membangunya dengan peralatan usang,

Jika aku dapat menumpuk semua kemenanganku

Dan mempertaruhkanya dalam satu langkah

Dan kalah,dan mulai lagi dari awal

Dan tak pernah membicarakanmu kesalahanku,

Jika aku dapat memaksa hati dan saraf dawn ototku

Untuk melakukan giliranku

Lama setelah mereka hilang

Dan bertahan setelah aku tak memiliki apa-apa

Kecuali kehendak yang mengatakan : “BERTAHANLAH”

Jika aku berbicara degan orang banyak dan mempertahankan nilai-nilaiku

Atau berjalan bersama para raja.

Tampa kehilangan akal sehat

Jika musuh maupun kawan tercinta tak dapat menyakitiku,

Jika semua orang berarti bagiku,tapi tak berlebihan,

Jika aku dapat mengisi menit-menit yang tak berampun,

Dengan enam puluh detik yang seharga lari jarak jauh

MILIKKULAH BUMI INI DAN SEMUA DI DALAMNYA,

DAN YANG LEBIH PENTING,KAU MENJADI MANUSIA.